Tampilkan postingan dengan label SDI Al-Gozali Purwakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDI Al-Gozali Purwakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

STUDY TOUR SD ISLAM AL-GHOZALI KELAS V bag.3 (Museum FATAHILLAH) )


Ini cerita perjalanan tour Jakarta yang ke-tiga, yaitu ke Museum Fatahillah.  Setelah melewati perjalanan yang panjang karena macet, akhirnya kami tiba juga di Museum Fatahillah ini.  Disini kami dipandu oleh seorang pemandu museum yang mengajak kami berkeliling sambil memberikan penerangan tentang hal-hal yang ada di museum.

Pertama kami diperlihatkan aneka peninggalan bersejarah berupa benda-benda yang dipajangkan.  Diantaranya ada prasasti ciaruteun, aneka perhiasan dan batu permata, lukisan dan perabotan khas Batavia (betawi) tempo seperti mebel antik dan koleksi buku-buku perpustakaan yang sudah ada sejak jaman dulu. Museum ini juga memiliki fasilitas perpustakaan yang menyimpan 1200 koleksi judul buku. Buku-buku tersebut sebagian besar merupakan peninggalan masa kolonial. Banyak di antaranya berbahasa Belanda, Melayu, Inggris, dan Arab. Salah satu yang tertua adalah Alkitab berangka tahun tahun 1702.
Museum Fatahillah dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Museum ini merupakan museum terbesar di Jakarta dengan area seluas 13, 388 meter persegi. Di Museum Sejarah Jakarta Anda bisa menelusuri jejak sejarah kota Jakarta yang menempati gedung bekas Stadhuis atau Balaikota.


Museum Fatahillah menempati dua gedung panjang di area Kota Tua Jakarta. Dahulu museum ini merupakan gedung balai kota (stadhuis) pertama di Batavia yang dibagun tahun 1707 oleh pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoon. Pembangunan gedung ini selesai tahun 1712 dan diresmikan dua tahun sebelumnya oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck. Setelah mengalami beberapa perubahan fungsi, gedung ini ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974.
 
Prasasti ciaruten merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara dimana terdapat jejak telapak kaki Dewa Wisnu, Meriam si Jagur yang terkenal sebagai lambang kesuburan, Patung Dewa Hermes (Dalam mitologi Yunani merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang), Mimbar Masjid Kampung Baru, penjara bawah tanah dimana Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830) pernah ditahan. Ada juga air mancur di tengah Taman Fatahillah yang dahulu berjasa menjadi salah satu sumber air di kawasan Balaikota.

Kami juga diajak melihat penjara bawah tanah yang merupakan saksi bisu kisah perjuangan para pahlawan kita dalam memerangi penjajah Belanda.  Melihat suasana, aku menjadi sedikit takut dan ngeri membayangkan orang yangdipenjara disana.


Selesai melihat-lihat didalam museum, saatnya rehat.  Aku dan kawan-kawan mencoba berkeliling area luar museum dengan sepeda “ontel”, itu loh sepeda yang jaduul banget.  Tak lupa kami juga berbelanja souvenir khas kota Jakarta yang ada disana.
Pengalaman Tour Jakarta ini tak akan pernah kulupakan.  Suatu hari nanti, aku ingin jalan-jalan lagi melihat tempat-tempat bersejarah yang lain, terutama MONAS…

Selasa, 22 November 2011

STUDY TOUR SD ISLAM AL-GHOZALI KELAS V bag.2 (Masjid ISTIQLAL)



Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Masjid Istiqlal, yakni masjid terbesar di Asia Tenggara. ISTIQLAL artinya MERDEKA.  Masjid ini merupakan kebanggaan bangsa Indonesia, sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa dan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan dari cengkraman penjajah selama kurang lebih 350 tahun. 

Sepanjang perjalanan menuju masjid Istiqlal lalu-lintasnya terlihat macet.  Kami sangat senang sekali ketika bis kami melintasi Monumen Nasional (Monas).  Karena macet, kami jadi bisa memandangi Monas berlama-lama.  Sebenarnya, aku juga ingin sekali turun dari bis melihat-lihat Monas.
Di Masjid Istiqlal ini kami Shalat dzuhur dan jama’ takdzim Shalat Ashar serta beristirahat sejenak.  Di masjid ini, kami melihat-lihat bukti kebesaran Islam dan bermacam bentuk al-qur’an.Aku dan teman-teman kembali berfoto-foto di masjid ini. Nih dia fotonya…
Ada beberapa temanku yang kehilangan barang-barangnya. Mulai dari uang, handphone, tas dan bahkan salah seorang guru pembimbing kami kehilangan sepatu ! jadi, terpaksa deh beliau membeli sandal jepit untuk alas kaki.
Mau tahu lebih jauh tentatang masjid Istiqlal? Yuk Cek it out!
SEJARAH MASJID ISTIQLAL

IDE PENDIRIAN MASJID
Pada tahun 1950, KH. Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama RI dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Deca Park, sebuah gedung pertemuan di jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Istana Merdeka. Pertemuan dipimpin oleh  KH. Taufiqurrahman, yang membahas rencana pembangunan masjid. Masjid tersebut disepakati akan diberi nama Istiqlal. Secara harfiah, kata Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang berarti: kebebasan, lepas atau kemerdekaan, yang secara istilah menggambarkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa.
Pada tahun 1953, Panita Pembangunan Masjid Istiqlal, melaporkan rencana pembangunan masjid itu kepada kepala negara. Presiden Soekarno menyambut baik rencana tersebut, bahkan akan membantu sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal. Kemudian Yayasan Masjid Istiqlal disahkan dihadapan notaris Elisa Pondag pada tanggal 7 Desember 1954.

Presiden Soekarno mulai aktif dalam proyek pembangunan Masjid Istiqlal sejak beliau ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri dalam Sayembara maket Masjid Istiqlal yang diumumkan melalui surat kabar dan media lainnya pada tanggal 22 Pebruari 1955. Melalui pengumuman tersebut, para arsitek baik perorangan maupun kelembagaan diundang untuk turut serta dalam sayembara itu.

PENENTUAN LOKASI
Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Ir.H. Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya.
Sementara itu, Ir. Soekarno (Presiden RI) mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di bawahnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan kraton.. Namun, setelah dilakukan musyawarah, akhirnya ditetapkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina bekas benteng Belanda.

SAYEMBARA MAKET
Dewan Juri sayembara maket Masjid Istiqlal, terdiri dari para Arsitek dan Ulama terkenal. Susunan Dewan Juri adalah Presiden Soekarno sebagai ketua, dengan anggotanya Ir. Roeseno, Ir. Djuanda, Ir. Suwardi, Ir. R. Ukar Bratakusumah, Rd. Soeratmoko, H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), H. Abu Bakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.

Sayembara berlangsung mulai tanggal 22 Februari 1955 sampai dengan 30 Mei 1955. Pada tanggal 5 Juli 1955, Dewan Juri menetapkan F. Silaban sebagai pemenang pertama. Penetapan tersebut dilakukan di Istana Merdeka, sekaligus menganugerahkan sebuah medali emas 75 gram dan uang Rp. 25.000. Pemenang kedua, ketiga, dan keempat diberikan hadiah. Dan seluruh peserta mendapat sertifikat penghargaan.

PEMASANGAN TIANG PANCANG
Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, disaksikan oleh ribuan ummat Islam.  Selanjutnya pelaksanaan pembangunan masjid ini tidak berjalan lancar. Sejak direncanakan pada tahun 1950 sampai dengan 1965 tidak mengalami banyak kemajuan. Proyek ini tersendat, karena situasi politik yang kurang kondusif.

Setelah situasi politik mereda,pada tahun 1966, Menteri Agama KH. M. Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid ini. Kepengurusan dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.

PERESMIAN

Tujuh belas tahun kemudian, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Dimulai pada tanggal 24 Agustus 1961, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978, ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.

Biaya pembangunan diperoleh terutama dari APBN sebesar Rp. 7.000.000.000,- (Tujuh Milyar Rupiah) dan US$. 12.000.000 (dua juta Dollar AS). ï‚  Teks: Tim Penyusun/Foto:Dok.BPPMI

KEGIATAN MASJID ISTIQLAL (sumber: http://masjidistiqlal.or.id)

Presiden SBY menitipkan Qurban Sapi
-KEGIATAN PELAKSANAAN HARI BESAR ISLAM
-DIALOG ZHUHUR (Ba'da Zhuhur)
-TA'LIM MASJID ISTIQLAL
Jenis Ta’lim antara lain:
1.      Ta’lim Kaum Ibu
2.      Baca Al-qur’an
3.      Study Islam bagi Remaja
4.      Dialog Ahad
5.      Ta’lim Ba’da Ashar
6.      Tadarus Al-Qur’an
7.      Pengajian hadits interaktif
8.      Manajemen Qolbu (MQ)
9.      Pengajian Intelektual
-KONSULTASI AGAMA
-LAZMI (Lembaga Amil Zakat Masjid Istiqlal)
-KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI (KBIH) ISTIQLAL
-PUSAT PERPUSTAKAAN ISLAM INDONESIA (PPII)
Suasana Pelaksanaan Shalat Ied

PPII selain melayani pengguna jasa informasi dan pelayanan peminjaman buku. Juga melakukan program pendidikan kursus dasar pengelolaan perpustakaan teori dan praktek. Jam buka PPII : Senin s/d Jum'at Pkl. 08.30-15.30 Wib Sabtu. Pkl. 08.30-13.00 Wib Ahad / Hari Besar Libur. Tempat Lantai Dasar Masjid Istiqlal Kmr. 7-8 Telp. 3850432

-BIMBINGAN PENGISLAMAN
-SHALAT GHAIB


Teman-teman, Masjid Istiqlal ini adalah masjid kebanggaan Negara Kita Indonesia, karenanya kita juga harus tahu tentang masjid ini. Oke deh, sampe sini dulu ya… nanti disambung lagi dengan wisata ke Museum Fatahillah…. See You ..

Minggu, 20 November 2011

STUDY TOUR SD ISLAM AL-GHOZALI KELAS V



Putri lagi siap-siap nonton di Planetarium
Assalamu’alaikum temans…. Kali ini, Putri mau nulis tentang tempat bersejarah yang baru saja Putri kunjungi bersama dengan teman-teman kelas V SD Islam Al-Ghozali Purwakarta pada hari ini di Jakarta.
Di Ibukota ini, ada 3 tempat bersejarah yang kami kunjungi, yaitu
1.       1.  PLANETARIUM di kompleks Taman Ismai Marzuki
2.       2.  Masjid Istiqlal
3.       3.  Museum Fatahillah
Maka itu, tulisan inipun akan terbagi atas 3 bagian, supaya teman-teman tidak bosan membacanya.

1.          PLANETARIUM


Planetarium adalah Tempat yang paling pertama kami kunjungi.  Disini kami diperkenalkan pada alat-alat yang berhubungan dengan penjelajahan benda-benda langit.  Atau lebih dikenal dengan ilmu perbintangan (astronomi)
Fasilitas yang tersedia  yang paling mengagumkan adalah gedung pertunjukan utama.  Yaitu sebuah gedung dengan atap kubah setengah bola bergaris tengah 22 meter.  Kapasitas sekitar 330 kursi, penonton dapat melihat peragaan/simulasi langit baik langit siang maupun malam hari. Wajah langit tiruan ini diproyeksikan ke kubah di atas penonton melalui proyektor Universarium Model VIII.
Aku sangat kagum dengan gedung ini.  Disini kami melihat pertunjukan utama pengetahuan benda-benda langit seperti melihat langit sungguhan.  Waaah… hebat betul yang membuat gedung dan pertunjukan ini.  Saat pertama kali kami mulai menyaksikan pertunjukan, aku merasa seperti menatap langit sungguhan.  Oh iya, supaya lebih jelasnya, yuk kita telusuri lagi tentang Planetarium ini !

Sejarah Planetarium Jakarta (http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3779)

Planetarium Jakarta dibangun oleh Pemerintah Indonesia mulai tahun 1964 atas gagasan Presiden Soekarno. Pada waktu itu Presiden sangat mengharapkan rakyat Jakarta pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya sedikit demi sedikit akan meningkat pengetahuannya mengenai benda-benda langit, gerhana, tata surya, galaksi dan sebagainya.
Berkat dana yang disumbangkan oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia, gedung Planetarium dapat dibangun, sedangkan peralatannya yang berupa proyektor dan teropong bintang buatan pabrik Carl Zeiss Jena dibeli dengan dana yang dihimpun oleh pemerintah.

Planetarium diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tanggal 10 Nopember 1968 bersamaan dengan diresmikannya PKJ-Taman Ismail Marzuki. Tanggal 1 Maret 1969 Planetarium resmi dibuka untuk umum dan sejak itu masyarakat ibukota merasa memiliki satu-satunya sarana penambah pengetahuan dan rekreasi.

Pada tahun 1996, Badan Pengelola Planetarium & Observatorium melakukan pemutakhiran peralatan pertunjukan dan renovasi pada bangunan sambil melanjutkan penyempurnaan gedung. Karena itulah terjadi penggantian proyektor utama dengan peralatan canggih yang dapat dikontrol sepenuhnya dengan program komputer. Planetarium serasa lahir kembali dengan tenaga dan semangat baru yang siap menghadapi tantangan dan harapan dari khalayak masa sekarang dan yang akan datang.

Di Planetarium ini ada 3 teleskop yang memungkinkan mengadakan kegiatan pengamatan benda langit sebagai fungsi ke-observatorium-annya. Baik dalam bentuk penelitian (observasi ilmiah skala kecil), kegiatan khusus untuk masyarakat umum/awam (peneropongan umum), maupun gabungan keduanya sebagai partisipasi aktif untuk memupuk minat masyarakat. Dalam hal ini, fungsi Planetarium & Observatorium adalah sebagai tempat wisata pendidikan (edutainment: pendidikan dan hiburan). Lainnya adalah bimbingan karya tulis, membina kerja sama dengan instansi lain seperti Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung, Observatorium Bosscha Lembang, LAPAN, Departemen Agama, serta tidak lupa untuk membina organisasi amatir astronomi dimana siapapun dapat bergabung didalamnya (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta/HAAJ).

Judul film (http://id.wikipedia.org/wiki/Planetarium_dan_Observatorium_Jakarta)

Planetarium dan Observatorium Jakarta menyajikan 9 judul film yang diputar secara bergantian. Setiap pertunjukkan berlangsung selama kurang lebih 60 menit dengan narasi yang disampaikan secara langsung dan diiringi suara musik. Berikut adalah judul film yang disajikan di planetarium:
  • Tata Surya, berisi pengenalan tentang Tata Surya dan perkembangan pemahaman manusia tentang alam semesta.
  • Penjelajah Kecil di Tatasurya, membahas tentang komet, asteroid, materi antarplanet dan benda-benda lain yang sering disebut sebagai penjelajah kecil di tatasurya.
  • Pembentukan Tata Surya, membahas tentang berbagai teori percobaan yang dilakukan untuk menyingkap tabir pembentukan Tata Surya.
  • Planet Biru Bumi, membahas tentang Bumi dan asal-usulnya.
  • Dari Ekuator Sampai ke Kutub, berisi tentang penampakan dan gerak harian benda langit yang terlihat dari Bumi.
  • Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan, membahas tentang peristiwa gerhana, termasuk mitos-mitos yang menyertainya.
  • Galaksi Kita Bima Sakti, membahas tentang galaksi Bima Sakti.
  • Riwayat Hidup Bintang, membahas tentang proses kelahiran, perkembangan, dan kematian sebuah bintang.
  • Bintang Ganda dan Bintang Variabel, membahas tentang sistem Bintang.
Nah, cukup dulu untuk tulisanku tentang planetarium ini.  Masih ada 2 tulisan lagi, yakni tentang masjid Istiqlal dan Museum Fatahillah….

Sabtu, 25 Juni 2011

HAFLAH IMTIHAN SD ISLAM AL-GHOZALI PURWAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011




Hari ini adalah hari pelaksanaan Haflah Imtihan SD Islam Al-Ghozali Purwakarta Tahun Ajaran 2010/2011.  Seperti pada pelaksanaan Haflah Imtihan tahun-tahun sebelumnya, acara ini dilaksanakan di  Gedung Sekolah SD Islam AL-Ghozali.


 
Pada acara ini akan ditampilkan aneka kreasi santriwan dan santriwati yang tergabung dalam kegiatan Ekstrakulikuler masing-masing. Didepan tenda acara, para tamu disambut dengan Pondokan Degung yang disajikan dan dimainkan langsung oleh para Santri Grup Degung.  Dan disampingnya juga terdapat Stand Buku-buku Islami .
 
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan dipandu oleh dua orang MC.  Dimulai dengan pembacaaan ayat suci Al-qur’an dan terjemahnya oleh santri kelas  4.  Lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang diselingi oleh kreasi santri kelas 1 dan 2. Dalam acara ini juga dilakukan pembacaan prestasi yang telah diperoleh oleh para santri sepanjang tahun ajaran 2010/2011, baik itu prestasi di sekolah, maupun di luar sekolah. Banyak sekali piala yang terpajang didepan panggung yang akan dibagikan kepada para santri yang berprestasi.
 
Aku dan teman-teman sangat senang melihat tari-tarian yang dibawakan oleh adik-adik kelasku di kelas 1, 2 dan 3.  Kelas 4 sendiri menampilkan demo permainan organ/piano secara langsung, permainan pianika, dan grup degung penyambut tamu.  Ada juga permainan angklung, peragaan busana serta PIDATO TIGA BAHASA yaitu bahasa ARAB, INGGRIS dan SUNDA yang dibawakan secara bergantian.
 
 Yang paling berkesan menurutku adalah ketika disajikan “Praktek Sholat Jenazah” oleh para santri Kelas 3.  Dengan adanya praktek sholat jenazah ini, kami para santri dan para orang tua santri yang menyaksikan diingatkan kembali untuk selalu rajin beribadah.  Suasana haru dan kagum mengiringi peragaan sholat jenazah ini.  Bagaimana tidak, dizaman sekarang ini, banyak orang yang mengaku dirinya muslim tetapi tidak tahu akan tahu tata cara sholat jenazah.  Mereka hanya tahu tradisi melayat tanpa merasa perlu untuk memberikan do’a yang sesungguhnya dengan sholat jenazah.

 
 Ada juga demo “Tahfidzul Qur’an” oleh santri kelas 4 dan 5 yang membuat para penonton kagum. Dibacakan juga siswa-siwa  berprestasi “the BIG THREE” tiap-tiap kelas. Kami bertepuk tangan memberikan semangat kepada mereka yang berprestasi. 
Sedih juga sih, soalnya aku tidak mendapatkan piala, hu…hu…hu… . Tapi ngga apa-apa lah, dulu waktu kelas 1 aku juga pernah Rangking  1 di kelas, dan dapat piala bergilir…tapi sekarang sudah berpindah tangan kepada Rangking 1 yang baru.
Acara-acara terakhir adalah pembacaan daftar wisudawan-wisudawati tahun ajaran 2010/2011 yang diiringi dengan persembahan lagu-lagu dari wisudawan/wati. Penyematan medali untuk wisudawan/wati dimulai dengan acara penyematan secara simbolik oleh Bapak Kepala YAYASAN IQRO PURWAKARTA dan Ibu Kepala SD Islam Al-Ghozali.  Para wisudawan/wati dan orang tua mereka merasa sangat terharu ketika acara ini.
Setelah acara imtihan ini, dilanjutan dengan pembagian Rapot di kelas masing-masing.  Aku sendiri langsung pulang ke rumah bersama adik-adikku karena sudah terlalu lelah sejak pagi di sekolah.  Rapotku dan adik diambilkan oleh mamah. 

Aku sangat senang, karena nilai-nilai dirapotku banyak mengalami peningkatan.  Akhirnya aku bisa berliburrrrr…… aaah, senangnya……. Sampai jumpa di tahun ajaran baru ya..!

Kamis, 23 Juni 2011

KARNAVAL SD ISLAM AL-GHOZALI dan TK ISLAM IQRO PURWAKARTA




Hari ini aku senang sekali, karena aku dan adikku akan mengikuti kegiatan Karnaval SD Islam Al-Ghozali dan TK IQRO Purwakarta.  Kegiatan karnaval ini masih merupakan rangkaian agenda kegiatan dalam rangka Haflah Imtihan Yayasan IQRO Purwakarta.  Bersamaan itu pula, di Gedung Sekolah juga diadakan Lomba Kreasi Tumpeng Antar Kelas.

Kegiatan karnaval diikuti oleh semua santri/siswa dan Guru, tanpa terkecuali. Termasuk juga adik-adik dari TK IQRO. Setiap kelas sudah dibagi-bagi dalam kelompok yang disebut “Kafilah”.
 Aku sendiri masuk dalam Kafilah Olah Raga, dengan Kostum Bulutangkis. Sedangkan adikku memakai pakaian Muslim Trendy.



Pembagian Kafilah antara lain :

-DRUMBAND sebagai Pengiring Utama
-         -Kafilah Pembawa Spanduk karnaval dan penyeru -Kebaikan, lengkap dengan spanduk islami
-          -Kafilah “Daur Ulang” alias Go Green dengan tema pakaian dari Koran/barang bekas
-         - Kafilah “Budaya Indonesia” dengan aneka pakaian adat Indonesia
-    Kafilah “Professional’ dengan aneka pakaian berbagai profesi seperti: dokter, polisi, tentara, pelaut, perawat, dll
-          -Kafilah “Campur Sari” dengan aneka baju unik
-          -Kafilah “Olah Raga” dengan cabang-cabang olah raga
-          -Kafilah TK IQRO : adik-adik dari TK IQRO dengan pakaian Wisuda Lengkap
-          Dan lain-lain
 
 
Rombongan Karnaval ini juga didampingi oleh Bapak-bapak Polisi lalu-lintas dan tiga buah mobil Ambulans serta para staf Guru SD Islam Al-Ghozali dan Guru TK Islam IQRO Purwakarta.
Perjalanan Karnaval dimulai dari Keluar Gedung Sekolah Yayasan IQRO PURWAKARTA, Lalu menyusuri Jl. Ibrahim Singadilaga, Sampai pertigaan Pasar Mambo, belok kanan, Dilanjutkan Ke-Sepanjang  jalan Jendral Sudirman sampai dengan pertigaan (Lampu merah-Pertokoan GIANT), Masuk Jl. Taman Pahlawan, Lalu masuk ke Jl. Ibrahim Singadilaga dan kembali ke Gedung Sekolah.
Sepanjang perjalanan karnaval, para santri mengikuti dengan hati senang dan riang gembira. Hal tersebut membuat kami tidak merasakan kelelahan karena menempuh perjalanan yang panjang. Di tengah perjalanan (pertigaan pasar Mambo), rombongan SD berpisah dengan rombongan adik-adik TK.  Hal tersebut karena kecepatan perjalanan kami yang berbeda, sehingga adik-adik TK tertinggal jauh di belakang.





Karnaval ini bukan hanya sekedar jalan-jalan tanpa makna, karena kami juga membawa berbagai spanduk yang berisi seruan kepada kebajikan dan amal Islami.


Hal tersebut membuat kami semakin bangga bersekolah di Sekolah Islam. Capek siiiih….tapi hati kami sangat senang. Apalagi sesampainya di sekolah kami dihidangkan dengan aneka makanan tradisional yang telah disediakan para orang tua murid untuk kami di tiap-tiap kelas, menyertai Lomba Kreasi Tumpeng.

Jumat, 21 Januari 2011

KUNJUNGAN KE STASIUN BUMI INDOSAT JATILUHUR





Pada hari Rabu tanggal 19 Januari 2011 yang lalu, kelas IV SD Islam Al-Ghozali mengadakan kunjungan ke stasiun bumi indosat Jatiluhur. Kami berangkat dari sekolah pada jam pelajaran ke-2 dengan mengunakan angkot. Bersama kami ikut pula 3 orang Guru, yaitu Ibu Nita Fitriyani, Bapak Kustono dan  Bapak Asep Rizki.

Saat tiba di lokasi, kami semua berbaris rapi dan disambut oleh salah seorang petugas dari Indosat. Namanya adalah Bapak Soleh. Saat berbaris kami diberitahu tentang peratura/tata tertib selama kami berada di lokasi.
Diantaranya adalah, kami tidak boleh saling bercanda dan sembarangan menyentuh apa saja yang ada di lokasi.
Acara perkenalan dan berbaris sudah, maka kami dipersilahkan menuju ruangan seperti semacam aula. Didalam ruangan, kami lalu diputarkan film tentang satelit. Apa saja yang berkaitan dengan satelit. Seperti apa itu satelit dan cara kerjanya. Suasananya sangat menyenangkan, karena kami menonton sambil makan snack yang diberikan di pintu masuk.
Lalu kami pindah ke ruangan yang banyak monitornya. Disana, kami sangat kagum dengan banyaknya monitor dan peralatan penunjang kerja pemantau satelit. Seperti yang pernah kulihat di TV. Lalu kami diterangkan oleh pak Soleh sekilas tentang fungsi-fungsi peralatan yang ada disana, termasuk fungsi banyaknya monitor yang ada disana.
Kami kemudian keluar ruangan menuju tempat antena pemancar. Disini kami lebih kagum lagi dengan antena pemancar yang sangat besar. Aku sempat takut juga begitu disuruh naik ke antena. Hiiyy... serem, takut jatuh. Rupanya, inilah alat penangkap informasi yang dikirim dari satelit yang ada di luar bumi sana. Subhanallah... Maha Besar Allah yang telah menciptakan bumi dan alam raya ini...

Sampai dirumah, aku jadi penasaran dengan INDOSAT. Apa sih sebenarnya INDOSAT itu?
KLIK AJA NIH ......

Ps : Terima kasih banyak aku ucapkan kepada Ibu Nita Fitriyani yang sudah mengizinkan foto-fotonya aku masukkan ke Blog-ku ini, karena pada hari itu kami memang tidak diizinkan membawa handphone dan kamera.

Kamis, 23 Desember 2010

SD ISLAM AL-GHOZALI (FULL DAY SCHOOL) PURWAKARTA








Nama Sekolah : SD Islam Al-Ghozali
Alamat Sekolah : Jl. Ibrahim Singadilaga No.36 (Koncara) Purwakarta 41115
Lembaga : Yayasan IQRO Purwakarta

Kepala Yayasan : Bapak Drs. Tatang Abdurrahman

Kepala Sekolah : Ibu Entin Wartini, S.Ag

SD Islam Al-Ghozali adalah sekolahku tercinta. Sudah lama aku ingin menulis tentang sekolahku ini.  Hari ini adalah hari pertama aku liburan semester 1, jadi aku punya banyak waktu untuk mengetikkan hasil corat-coret tulisan tentang sekolahku.Tulisan ini jangan dijadikan sumber referensi ya, soalnya aku hanya menuliskan hal-hal yang aku tahu saja tentang sekolahku ini.


Aku sangat senang sekali bersekolah di SD Islam Al-Ghozali Puwakarta. Banyak hal-hal yang menyenangkan kualami bersama  teman-teman selama aku bersekolah di sana. Sebelumnya aku juga bersekolah di TK Islam IQRO Purwakarta, yang masih satu Yayasan dengan SD ini.


Kegiatan rutin yang menjadi ciri khas SD Islam Al-Ghozali Purwakarta ini adalah kegiatan yang menunjang kami untuk lebih giat beribadah kepada Allah SWT. Diantaranya, tadarus (mengaji) setiap hari sebelum belajar, Sholat Duha di sekolah, Shalat dzuhur berjama'ah setiap hari plus ceramah dari para santri secara bergiliran, dan yang paling khas  (menurutku sih, soalnya harus diisi setiap hari...) adalah BUKU JIHAD.
Apa itu Buku Jihad? yaitu buku catatan aktifitas santri /siswa yang berisi tentang kegiatan sholat 5 waktu, tadarus dan kegiatan lain yang dialami santri setiap hari. Misalnya, kalau hari sabtu, khan libur sekolah, maka sholat dzuhur diisi di rumah dilakukan jam berapa? trus kalau tadarus dari ayat berapa sampai ayat berapa, gitu loh...juga kalau ada sesuatu hal istimewa terjadi, misalnya tamat baca al-Qur'an bisa juga kita tuliskan di catatan. Kadang-kadang aku merasa bosan juga kalau harus mengisi buku ini, tapi akhirnya aku menjadi rajin beribadah karenanya.

Pada awalnya aku sholat juga kadang-kadang karena malu kalau harus mengisi buku jihad "tdk sholat", padahal suka agak malas.  Tapi lama-kelamaan aku jadi terbiasa. Apalagi di sekolah Bapak dan Ibu Guru tidak pernah lupa megingatkan kami untuk selalu melaksanakan sholat 5 waktu dan berakhlak baik. Aku juga pernah terkena hukuman oleh Guru karena buku jihadku ketinggalan, yaitu bersih-bersih dengan santri lain yang juga tidak membawa ataupun buku jihadnya tidak ditanda tangan orang tua.

Selama bersekolah disini banyak kegiatan santri yang merupakan kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) yang kulihat, diantaranya ; kegiatan agama (pidato, khot/kaligrafi), seni (tari, menggambar, menyanyi), Olah raga (Futsal, renang, kasti, voli, badminton), Beladiri (Karate), Klub Pelajaran (Sains, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika), dan lain-lain. Kami bebas memilih kegiatan yang kami sukai. Aku sendiri ikut ekskul Badminton dan Matematika.


Disekolahku juga sering diadakan kegiatan kunjungan luar yang menunjang pelajaran berupa kunjungan ke tempat-tempat yang masih ada kaitannya dengan pelajaran, seperti ke Little Farmer, Wanayasa, Bandung, Jatiluhur, Plered dan juga kegiatan outbond untuk refreshing. Dan ada juga piknik/rekreasi.


Terima kasih aku ucapkan kepada Bapak dan Ibu Guru yang selalu membimbing kami di sekolah.  Kepada Bapak dan Ibu Guru serta teman teman semuanya aku ucapkan Selamat Berlibur. Sampai jumpa lagi di tahun 2011.......I Love SD Islam Al-Ghozali Purwakarta... ALWAYS !!!