Jumat, 11 Februari 2011

RASULULLAH S.A.W. SEBAGAI SURI TAULADAN (Bagian 2)

 
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً   
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab : 21)

Baca dulu Sejarah Kelahiran Rasulullah ......
Muhammad SAW dari kelahiran sampai dengan Kenabian

TURUNNYA WAHYU PERTAMA sampai dengan  UMAR IBn KHOTOB Masuk ISLAM

Pembangunan Ka’bah
Ketika Muhammad Saw berusia tigapuluh lima tahun menurut catatan Ibn Ishaq, pada waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir besar yang turun dari gunung, pernah menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka’bah yang memang sudah rapuk. Penduduk Mekah kemudian membangun Ka’bah kembali. Sudut-sudut Ka’bah itu oleh Quraisy dibagi empat bagian tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali. Mereka ramai-ramai merombaknya dan memindahkan batu-batu yang ada. Dan Muhammad ikut pula membawa batu itu. Setelah mereka berusaha membongkar batu hijau yang terdapat di situ dengan pacul tidak berhasil, dibiarkannya batu itu sebagai fondasi bangunan. Dan gunung-gunung sekitar tempat itu sekarang orang-orang Quraisy mulai mengangkuti batu-batu granit berwarna biru, dan pembangunanpun segera dimulai. Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy, siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya.
Timbullah perselisihan itu sehingga hampir saja perang saudara karenanya. Keadaan mereda setelah Abu Umayya bin’l-Mughira dari Banu Makhzum, orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi, berkata kepada mereka: “Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini”. Mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru: “Ini al-Amin; kami dapat menerima keputusannya.” Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepadanya. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu katanya: “Kemarikan sehelai kain,” katanya. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri, kemudian katanya; “Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini.” Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan.

Wahyu Pertama
Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab untuk meluangkan waktu beberapa lamanya untuk merenung diri dan berkhalwat di suatu tempat, mendekatkan diri kepada tuhan mereka, demikian pula dengan Muhammad. Pengasingan semacam ini dinamakan juga tahannuf dan tahannuth. Dalam perenungannya, Muhammad banyak bertanya tetang hal-hal yang terjadi disekitarnya. Ia menuju puncak gunung Hira –sebelah utara kota Mekkah-, tepatnya disebuah gua. Sepanjang bulan Ramadan tiap tahun ia pergi ke sana dan berdiam di tempat itu, cukup hanya dengan bekal sedikit yang dibawanya. Ia tekun dalam renungan dan ibadat, jauh dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia.
Ketika Nabiyullah Saw berusia empat puluh tahun, tatkala ia berada dalam gua itu, datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: “Bacalah!” Dengan terkejut Muhammad menjawab: “Saya tak dapat membaca”. Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: “Bacalah!” Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: “Apa yang akan saya baca.” Seterusnya malaikat itu berkata:
......... اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍاقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …” (Qur’an 96:1-5)


Lalu ia mengucapkan bacaan itu. Malaikatpun pergi, setelah kata-kata itu terpateri dalam kalbunya. Nabi Saw sendiri kemudian ketakutan, sambil bertanya-tanya kepada dirinya: Gerangan apakah yang dilihatnya?! Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak melihat apa-apa.
Karena khawatir akan apa yang terjadi dalam gua itu, ia lari dari tempat itu. Setelah rupa malaikat itu menghilang Muhammad pulang sudah berisi wahyu yang disampaikan kepadanya. Jantungnya berdenyut, hatinya berdebar-debar ketakutan. Sesampainya di rumah, dijumpainya Khadijah sambil ia berkata: “Selimuti aku!” Ia segera diselimuti. Tubuhnya menggigil seperti dalam demam. Setelah rasa ketakutan itu berangsur reda dipandangnya isterinya dengan pandangan mata ingin mendapat kekuatan. “Khadijah, kenapa aku ?” katanya. Kemudian diceritakannya apa yang telah dilihatnya, dan dinyatakannya rasa kekuatirannya akan teperdaya oleh kata hatinya atau akan jadi seperti juru nujum saja. Khadijah yang penuh rasa kasih-sayang, adalah tempat ia melimpahkan rasa damai dan tenteram kedalam hati yang besar itu, hati yang sedang dalam kekuatiran dan dalam gelisah. Khadijah berusaha untuk membesarkan menghibur hati Muhammad Saw hingga ia merasa tenang kembali.

Khadijah ra kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqa b. Naufal, seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya. Waraqa memastikan bahwa Muhammad Saw adalah Nabi umat ini. Setelah mendapat keterangan demikian, Khadijah pulang. 
Sampai di rumah, dilihatnya Muhammad masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Tiba-tiba Rasulullah Saw menggigil, napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, ketika itu malaikat datang membawakan wahyu kepadanya:
 “O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu.” (Qur’an 74: 1-7) 
Khadijah menenteramkan hatinya, dan menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. Khadijah kemudian menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu.  Rasulullah Saw memikirkan, bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Ia menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu, menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Tetapi ternyata, wahyu itu tidak turun. Malaikat Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. Ia masih dalam ketakutan. 


Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira’. Ia ingin membubung tinggi dengan seluruh jiwanya, menghadapkan diri kepada Tuhan, akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu – sesudah sekian lama terhenti – tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: 
“Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkaupun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu, lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu, terhadap anak piatu, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan.”(Qur’an, 93: 1-11)


Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad Saw hilang setelah wahyu turun kembali. Khadijah menjadi orang pertama yang mengimani kenabiannya, begitu pula putra-putrinya. Bersama mereka ada sepupu mereka, Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Kemudian Zaid b. Haritsah, bekas budak Nabi. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri, isterinya, kemenakannya dan bekas budaknya. Masih juga ia berpikir-pikir, bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu. Pada waktu itu Abu Bakar b. Abi Quhafa dari kabilah Taim, teman akrab Muhammad, adalah orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala. Abu Bakar tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu.
Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam. Usman b. ‘Affan, Abdurrahman b. ‘Auf, Talha b. ‘Ubaidillah, Sa’d b. Abi Waqqash dan Zubair bin’l-’Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Kemudian menyusul pula Abu ‘Ubaida bin’l-Djarrah, dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya, yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri.
Pihak Quraisy tidak tinggal diam. Mereka melancarkan ancaman dan siksaan bagi orang yang mengikuti nabi. Maka kaum muslimin beribadah dengan sembunyi-sembunyi dan berlangsung selama 3 tahun.

Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma, maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. Apabila mereka akan melakukan salat, mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun, sementara Islam tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah, orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam, pria dan wanita.


Syiar Secara Terang-Terangan
Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya, perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu, perintah Allah supaya disampaikan. Ketika itu wahyu datang:

“Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau, katakanlah, ‘Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu.’” (Qur’an 26: 214-216) “Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu.”(Qur’an 15: 94)

Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya, dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. Tetapi Abu Talib, pamannya, lalu menyetop pembicaraan itu. Ia mengajak orang-orang pergi meninggalkan tempat. Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Selesai makan, katanya kepada mereka: “Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada kamu sekalian ini. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?” Mereka semua menolak, dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. Tetapi tiba-tiba Ali bangkit – ketika itu ia masih anak-anak, belum lagi balig. “Rasulullah, saya akan membantumu,” katanya. “Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang.” Banu Hasyim tersenyum, dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan.

Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluarga-keluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: “Hai masyarakat Quraisy.” Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: “Muhammad bicara dari atas Shafa.” Mereka lalu datang berduyun-duyun sambil bertanya-tanya, “Ada apa?” “Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu, bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?” “Ya,” jawab mereka. “Engkau tidak pernah disangsikan. Belum pernah kami melihat engkau berdusta.” “Aku mengingatkan kamu sekalian, sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat,” katanya, “Banu Abd’l-Muttalib, Banu Abd Manaf, Banu Zuhra, Banu Taim, Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu, selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah.” Tetapi kemudian  Abu Lahab berdiri sambil meneriakkan: “Celaka kau hari ini. Untuk ini kau kumpulkan kami?” Muhammad tak dapat bicara. Dilihatnya pamannya itu. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: “

Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya” (Qur’an 102:1-8)

Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam – menyerahkan diri kepada Allah. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. Akan tetapi bagi Abu Lahab, Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya, hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang, mulai merasakan, bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Jadi yang mula-mula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya, dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu.

Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyair-penyair mereka: Abu Sufyan bin’l-Harith, ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah ibn’z-Ziba’ra, supaya mengejek dan menyerangnya. Dalam pada itu penyair-penyair Muslimin juga tampil membalas serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani.

Sementara itu, selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas, dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati, menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam, padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air?

Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat, malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi, dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? Debat mereka itu berkepanjangan. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka

“Katakanlah: ‘Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri, kalau tidak dengan kehendak Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib, niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan bahayapun tidak menyentuhku. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman.” (Qur’an 7: 188)

Perlindungan Abu Talib

Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Harb – pergi menemui Abu Talib. “Abu Talib,” kata mereka, “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita, mencela agama kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Soalnya sekarang, harus kauhentikan dia; kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan, maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia.” Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali.

Perlindungan Banu Hasyim dan Banu Muttalib

Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak. Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. Sekali ini disertai ‘Umara bin’l-Walid bin’l-Mughira, seorang pemuda yang montok dan rupawan, yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat, dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. Tetapi inipun ditolak. Muhammad terus juga berdakwah, dan Quraisypun terus juga berkomplot. Untuk ketiga kalinya mereka mendatangi lagi Abu Talib. “Abu Talib’” kata mereka, “Engkau sebagai orang yang terhormat, terpandang di kalangan kami. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu, tapi tidak juga kaulakukan. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan mencela berhala-berhala kita – sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa.”

Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa. Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy. Lalu katanya: “Jagalah aku, begitu juga dirimu. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul.” Pamannya ini seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Sedang kaum Muslimin masih lemah, mereka tak berdaya akan berperang, tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan, punya harta, punya persiapan dan jumlah rmanusia. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. Tetapi jiwa Rasulullah Saw tetap teguh, ia berkata kepada pamannya:  “Paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu ditanganku, atau aku binasa karenanya.”

Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad Saw. Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. Kemudian dimintanya Muhammad datang lagi, yang lalu katanya: “Anakku, katakanlah sekehendakmu. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!” Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Mereka semua menerima usul ini, kecuali Abu Lahab.

Sikap permusuhan Quraisy terhadap kaum muslimin pun semakin menjadi-jadi. Setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya. Dikisahkan seorang budak yang telah muslim, Bilal, disiksa ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar, dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: “Ahad, Ahad, Hanya Yang Tunggal!” Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. Hingga suatu hari Abu Bakr melihat Bilal mengalami siksaan begitu rupa, ia dibelinya lalu dibebaskan.

Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli – diantaranya budak perempuan Umar bin’l-Khattab, dibelinya dari Umar [sebelum masuk Islam]. Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. Kaum Muslimin di luar budak-budak itu, dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan – meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Umm Jamil, isteri Abu Jahl, melemparkan najis ke depan rumahnya. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. Dan pada waktu sembayang, Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah, puterinya, supaya mencucikan dan membersihkannya kembali.

Di samping semua itu, kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. Cukup lama hal serupa itu berjalan. Penyair-penyair memakinya, orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka’bah. Rumahnya dilempari batu, keluarga dan pengikut-pengikutnya diancam. Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad Saw ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia.

Islamnya Hamzah ra

Islamnya Hamzah ra terjadi kira-kira pada tahun ke enam kerasulan beliau. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad, ia mengganggunya, memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. Hamzah, pamannya dan saudaranya sesusu, yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy, adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Ketika itu ia baru kembali dari berburu, dan terlebih dulu mengelilingi Ka’bah sebelum langsung pulang ke rumahnya.Ketika ia mengetahui bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl, ia meluap marah. Ia pergi ke Ka’bah, tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya, melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl. Setelah dijumpainya, diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. Tapi tidak jadi. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali, dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya.

Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawan-kawannya makin hari makin kuat. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad, dengan cara seperti yang mereka bayangkan, memberikan segala keinginannya. Utba b. Rabi’a, seorang bangsawan Arab terkemuka, mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya, asal ia dapat dibungkam.
'Utba' pun mendatangi Nabi Muhammad dan menyampaikan tawarannya. Selesai ia bicara, Muhammad membacakan Surah as-Sajda (32 = Ha Mim). 'Utba diam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta, ingin kedudukan atau kerajaan, juga bukan orang yang sakit, melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran, mengajak orang kepada kebaikan. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik, dengan kata-kata penuh mujizat.

Selesai Muhammad membacakan itu 'Utba pergi kembali kepada Quraisy. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. Penjelasannya sangat menarik sekali. Persoalannya 'Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy, juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja, tidak menggembirakan mereka, sebaliknya kalau mengikutinya, maka kebanggaannya buat mereka.

Kaum Muslimin Hijrah ke Abisinia (Ethopia)      
Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi, sampai-sampai ada yang dibunuh, disiksa dan semacamnya. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. Ketika mereka bertanya kepadanya kemana mereka akan pergi, mereka diberi nasehat supaya pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. "Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua."

Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Dengan sembunyi-sembunyi mereka keluar dari Mekah mencari perlindungan. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi.

Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy, merekapun lalu kembali pulang, seperti yang akan diceritakan nanti. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah, kembali lagi mereka ke Abisinia. Sekali ini terdiri dari delapan puluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. Hijrah ke Abisinia ini adalah hijrah pertama dalam Islam. Pada waktu itu penduduk Abisinia dan penguasanya adalah orang-orang Nasrani. Dari segi agama orang-orang Quraisy tidak kuatir bahwa mereka akan ikut Muhammad.

Disebabkan oleh rasa kegelisahan terhadap peristiwa itukah maka mereka lalu mengutus orang, meminta supaya kaum Muslimin itu dikembalikan? Mereka menganggap, bahwa perlindungan Najasyi terhadap mereka setelah mendengar keterangan mereka itu akan membawa pengaruh juga kepada penduduk jazirah Arab sehingga mereka akan mau menerima agama Muhammad dan mau menjadi pengikutnya. Ataukah mereka kuatir, kalau kaum Muslimin menetap di Abisinia, mereka akan bertambah kuat, sehingga bila kelak mereka pulang kembali membantu Muhammad, mereka kembali dengan kekuatan, harta dan tenaga?

Kedua orang utusan itu ialah 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'a. Kepada Najasyi dan kepada para pembesar istana. Raja Najasy pun bertanya pada keduanya:  "Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri, tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku, atau agama lain?". 
Ja'far b. Abi Talib.menjawab: "Paduka Raja," katanya, "ketika itu kami masyarakat yang bodoh, kami menyembah berhala, bangkaipun kami makan, segala kejahatan kami lakukan, memutuskan hubungan dengan kerabat, dengan tetanggapun kami tidak baik; yang kuat menindas yang lemah. Demikian keadaan kami, sampai Tuhan mengutus seorang rasul dari kalangan kami yang sudah kami kenal asal-usulnya, dia jujur, dapat dipercaya dan bersih pula. Ia mengajak kami menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan meninggalkan batu-batu dan patung-patung yang selama itu kami dan nenek-moyang kami menyembahnya. Ia menganjurkan kami untuk tidak berdusta untuk berlaku jujur serta mengadakan hubungan keluarga dan tetangga yang baik, serta menyudahi pertumpahan darah dan perbuatan terlarang lainnya. Ia melarang kami melakukan segala kejahatan dan menggunakan kata-kata dusta, memakan harta anak piatu atau mencemarkan wanita-wanita yang bersih. Ia minta kami menyembah Allah dan tidak mempersekutukanNya. Selanjutnya disuruhnya kami melakukan salat, zakat dan puasa. (Lalu disebutnya beberapa ketentuan Islam). Kami pun membenarkannya. Kami turut segala yang diperintahkan Allah. Lalu yang kami sembah hanya Allah Yang Tunggal, tidak mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun juga. Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. 
Karena itulah, masyarakat kami memusuhi kami, menyiksa kami dan menghasut supaya kami meninggalkan agama kami dan kembali menyembah berhala; supaya kami membenarkan segala keburukan yang pernah kami lakukan dulu. Oleh karena mereka memaksa kami, menganiaya dan menekan kami, mereka menghalang-halangi kami dari agama kami, maka kamipun keluar pergi ke negeri tuan ini. Tuan jugalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat tuan, dengan harapan di sini takkan ada penganiayaan."

"Adakah ajaran Tuhan yang dibawanya itu yang dapat tuan-tuan bacakan kepada kami?" tanya Raja itu lagi.
"Ya," jawab Ja'far; lalu ia membacakan Surah Mariam dari pertama sampai pada firman Allah:
"Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka: Bagaimana kami akan bicara dengan anak yang masih muda belia? Dia (Isa) berkata: 'Aku adalah hamba Allah, diberiNya aku Kitab dan dijadikanNya aku seorang nabi. DijadikanNya aku pembawa berkah dimana saja aku berada, dan dipesankanNya kepadaku melakukan sembahyang dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikanNya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati dan tatkala aku hidup kembali!'" (Qur'an 19: 29-33)

Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana itu terkejut: "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus'" kata mereka. Najasyi lalu berkata: "Kata-kata ini dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. Tuan-tuan (kepada kedua orang utusan Quraisy) pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!" Setelah mendengar dari keduanya, ternyatalah oleh Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Mekah untuk pertama kalinya - dan Muhammadpun masih di Mekah. 
Islamnya Umar        
Waktu itu 'Umar ibn'l-Khattab adalah pemuda yang gagah perkasa, berusia antara tiga puluh dan tiga puluh lima tahun. Tubuhnya kuat dan tegap, penuh emosi dan cepat naik darah. Kesenangannya foya-foya dan minum-minuman keras. Tetapi terhadap keluarga ia bijaksana dan lemah-lembut. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin. Akan tetapi sesudah ia mengetahui, bahwa mereka sudah hijrah ke Abisinia dan mengetahui pula rajanya memberikan perlindungan kepada mereka, iapun merasa kesepian berpisah dengan mereka itu. Ia merasakan betapa pedihnya hati, betapa pilunya perasaan mereka berpisah dengan tanah air.

Tatkala itu Muhammad sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya yang tidak ikut hijrah, dalam sebuah rumah di Shafa. Di antara mereka ada Hamzah pamannya, Ali bin Abi Talib sepupunya, Abu Bakr b. Abi Quhafa dan Muslimin yang lain. Pertemuan mereka ini diketahui 'Umar. Iapun pergi ketempat mereka, ia mau membunuh Muhammad. Dengan demikian bebaslah Quraisy dan kembali mereka bersatu, setelah mengalami perpecahan, sesudah harapan dan berhala-berhala mereka hina. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nu'aim b. Abdullah. Setelah mengetahui maksudnya, Nuiaim berkata: "Umar, engkau menipu diri sendiri. Kaukira keluarga 'Abd Manaf. akan membiarkan kau merajalela begini sesudah engkau membunuh Muhammad? Tidak lebih baik kau pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri?!"  
Pada waktu itu Fatimah, saudaranya, beserta Sa'id b. Zaid suami Fatimah sudah masuk Islam. Tetapi setelah mengetahui hal ini dari Nu'aim, Umar cepat-cepat pulang dan langsung menemui mereka. Di tempat itu ia mendengar ada orang membaca Qur'an. Setelah mereka merasa ada orang yang sedang mendekati, orang yang membaca itu sembunyi dan Fatimah menyembunyikan kitabnya. "Aku mendengar suara bisik-bisik apa itu?!" tanya Umar. Karena mereka tidak mengakui, Umar membentak lagi dengan suara lantang: "Aku sudah mengetahui, kamu menjadi pengikut Muhammad dan menganut agamanya!" katanya sambil menghantam Sa'id keras-keras. Fatimah, yang berusaha hendak melindungi suaminya, juga mendapat pukulan keras. Kedua suami isteri itu jadi panas hati. "Ya, kami sudah Islam! Sekarang lakukan apa saja," kata mereka.

Tetapi Umar menjadi iba setelah melihat darah di muka saudaranya itu. Ia menyesal. Dimintanya kepada saudaranya supaya kitab yang mereka baca itu diberikan kepadanya. Setelah dibacanya, wajahnya tiba-tiba berubah. Ia merasa menyesal sekali atas perbuatannya itu. Menggetar rasanya ia setelah membaca isi kitab itu. Ada sesuatu yang luarbiasa dan agung dirasakan, ada suatu seruan yang begitu luhur. Sikapnya jadi lebih bijaksana. Ia keluar membawa hati yang sudah lembut dengan jiwa yang tenang sekali. Ia langsung menuju ke tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu sedang berkumpul di Shafa. Ia minta ijin akan masuk, lalu menyatakan dirinya masuk Islam. Dengan adanya Umar dan Hamzah dalam Islam, maka kaum Muslimin telah mendapat benteng dan perisai yang lebih kuat.

Dengan Islamnya Umar ini kedudukan Quraisy jadi lemah sekali. Sekali lagi mereka mengadakan pertemuan guna menentukan langkah lebih lanjut. Sebenarnya peristiwa ini telah memperkuat kedudukan kaum Muslimin, telah memberikan unsur baru berupa kekuatan yang luarbiasa yang menyebabkan kedudukan Quraisy terhadap kaum Muslimin dan kedudukan mereka terhadap Quraisy sudah tidak seperti dulu lagi. Keadaan kedua belah pihak ini kemudian diteruskan oleh suatu perkembangan politik baru, penuh dengan peristiwa-peristiwa, dengan pengorbanan-pengorbanan dan kekerasan-kekerasan baru lagi, yang sampai menyebabkan terjadinya hijrah dan munculnya Muhammad sebagai politikus di samping Muhammad sebagai Rasul.
Bersambung .......

Kamis, 10 Februari 2011

RASULULLAH S.A.W. SEBAGAI SURI TAULADAN (Bagian 1)

 
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً   
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab : 21)

Hai teman-teman semua, kali ini aku akan menuliskan tentang sosok idolaku, yaitu Nabi Muhammad alias Rasulullah SAW. Beliau adalah Rasul terakhir yang diutus Allah SWT  kepada manusia.  Mungkin teman-teman semua sudah banyak mengetahui sejarah dan kehidupan beliau, baik itu dari pelajaran di sekolah ataupun dari membaca buku. Tapi, banyak juga loh teman-teman kita sesama muslim yang belum mengetahui ataupun mengenal sosok Rasulullah SAW yang sangat mulia. 

SEJARAH KELAHIRAN NABI MUHAMMMAD SAW
sampai PERNIKAHAN DENGAN BUNDA KHADIJAH

Muhammad dilahirkan dikota Mekah pada tahun Gajah atau bertepatan dengan 20 April tahun 571 M, atau 12 Rabiul Awwal. Ayahnya bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah. Sebagaimana kebiasaan bangsa Arab, Muhammad kecil dususukan kepada wanita yang mempunyai akhlak yang baik. Dikalangan kabilah Arab salah satu kabilah yang menyusukan adalah kabilah Bani Sa’ad. Sebelum mendapatkan oang yang menyusukan anaknya, Aminah menyerahkan Muhammad kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Beberapa waktu kemudian, datang pula Hamzah yang disusukan kepadanya. Jadi Muhammad dan Hamzah adalah saudara susuan. Tak lama kemudian Muhammad diserahkan kepada Halimah bint abi-Dhu’aib atau lebih dikenal dengan Halimatussa’diyah.

Kisah Dua Malaikat Pembelah Dada
Pada suatu waktu, sebelum usianya genap 3 tahun, terjadi suatu cerita yang banyk dibicarakan orang. Ketika Muhammad kecil bermain dengan teman-teman sebayanya dalam asuhan, tiba-tiba teman-temannya berlarian meninggalkan Muhammad menuju rumah mereka. Mereka berkata “ Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang berbaju putih. Lalu dibaringkan, perutnya dibedah sambil dibalik-balikkan”.
Berita itupun cepat terebar. Sehingga suatu hari datangb beberapa orang Nasrani dari Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Diperhatikannya Muhammad, lalu mereka berkata: “Biarlah anak ini kami bawa kepada raja di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaanya”. Halimahpun cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka. Lalu mengembalikan Muhammad kepada ibunya karena takut terjadi hal-hal yang buruk. Muhammad tinggal bersama Halimah selama 5 tahun, lalu dikembalikan kepada Aminah Ibunya.

Ibunya (Aminah) Wafat
Suatu hari, diajaknya Muhammad oleh Aminah kepada kaum kerabat kakeknya dari bani Najjar. Bersama mereka ikut pula Ummu Aiman, yaitu budak perempuan yang ditinggalkan ayahnya ketika wafat. Muhammadpun  diajak berziarah ke makam ayahnya. Didalam perjalanan pulang, di derah “Abwa”, Aminah sakit keras dan tak lama kemudian beliau meninggal. Maka Muhammad kecil dibawa pulang ke rumah kakeknya, yakni Abdul Mutholib oleh Ummu Aiman.

Kakeknya (Abdul Muttalib) Wafat
Muhammad kemudian dirawat oleh kakeknya, yakni Abdul Mutholib. Akan tetapi, tak lama kemudian Abdul Mutholib wafat ketika umur Muhammad menginjak 8 tahun. Muhammad amat sedih.
Lalu Muhammad dirawat oleh pamannya, Abu Talib. Abu Talib mencintai kemenakannya itu sama seperti Abd'l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu ia mendahulukan kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati, itulah yang lebih menarik hati pamannya.

Pergi Ke Suria Dalam Usia Duabelas Tahun     
Muhammad lalu turut serta dalam rombongan kafilah, hingga sampai di Bushra di sebelah selatan Syam. Dalam buku-buku riwayat hidup Muhammad diceritakan, bahwa dalam perjalanan inilah ia bertemu dengan rahib Bahira, dan bahwa rahib itu telah melihat tanda-tanda kenabian padanya sesuai dengan petunjuk cerita-cerita Kristen. Sebagian sumber menceritakan, bahwa rahib itu menasehatkan keluarganya supaya jangan terlampau dalam memasuki daerah Syam, sebab dikuatirkan orang-orang Yahudi yang mengetahui tanda-tanda itu akan berbuat jahat terhadap dia.
Dalam perjalanan itulah, Nabiyullah mendapat pengalaman dan wawasan yang berguna. Beliau dapat melihat luasnya padang pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit yang jernih cemerlang. Dilaluinya daerah-daerah Madyan, Wadit’l-Qura serta peninggalan bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dsegala cerita orang-orang Arab dan penduduk pedalaman tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau. Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun yang lebat dengan buab-buahan yang sudah masak, yang akan membuat ia lupa akan kebun-kebun di Ta’if serta segala cerita orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya dengan dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah itu. Di Syam Muhammad mengetahui berita-berita tentang Kerajaan Rumawi dan agama Kristennya, didengarnya berita tentang Kitab Suci mereka serta oposisi Persia dari penyembah api terhadap mereka dan persiapannya menghadapi perang dengan Persia. Sekalipun usianya baru dua belas tahun, tapi dia sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan otak, tinjauan yang begitu dalam, ingatan yang cukup kuat, serta segala sifat-sifat semacam itu yang diberikan Allah kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima risalah (misi) maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki, meneliti. Ia tidak puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?

Masa Remaja Nabi SAW
Muhammad yang tinggal dengan pamannya, menerima apa adanya. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan ‘Ukaz, Majanna dan Dhu’l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu’allaqat, yang melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega.
Muhammad telah banyak dikenal sbagai sosok yang tekun dan jujur, sehingga orang-orang memberikan julukan kepadanya “al-amin” yang artinya dapat dipercaya. Sejak dalam masa mudanya,ia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: “Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing.” Dan katanya lagi: “Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad.” Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya.

Perang Fijar
Perang Fijar bermula dari peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Barradz bin Qais dari kabilah Kinana kepada ‘Urwa ar-Rahhal bin ‘Utba dari kabilah Hawazin pada bulan suci yang sebenarnya dilarang untuk berperang. Seorang pedagang, Nu’man bin’l-Mundhir, setiap tahun mengirimkan sebuah kafilah dari Hira ke ‘Ukaz, tidak jauh dari ‘Arafat. Barradz menginginkan membawa kafilah itu ke bawah pengawasan kabilah Kinana. Demikian juga ‘Urwa menginginkan mengiringi kafilah itu. Nu’man memilih ‘Urwa (Hawazin), dan hal ini menimbulkan kejengkelan Barradz (Kinana). Ia kemudian mengikutinya dari belakang, lalu membunuhnya dan mengambil kabilah itu. Maka terjadilah perang antara mereka itu. Perang ini hanya beberapa hari saja setiap tahun, tetapi berlangsung selama empat tahun terus-menerus dan berakhir dengan suatu perdamaian model pedalaman, yaitu yang menderita korban manusia lebih kecil harus membayar ganti sebanyak jumlah kelebihan korban itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian Quraisy telah membayar kompensasi sebanyak duapuluh orang Hawazin. Perang fijar ini terjadi ketika Nabi berusia antara limabelas tahun sampai duapuluh tahun.
Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itu dengan berkata: “Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan.”
Perang Fijar itu berlangsung hanya beberapa hari saja tiap tahun. Sedang selebihnya masyarakat Arab kembali ke pekerjaannya masing-masing. Pahit-getirnya peperangan yang tergores dalam hati mereka tidak akan menghalangi mereka dari kegiatan perdagangan, menjalankan riba, minum minuman keras serta pelbagai macam kesenangan dan hiburan sepuas-puasnya
Pernikahan Dengan Khadijah ra
Ketika Nabi itu berumur duapuluh lima tahun. Abu Talib mendengar bahwa Khadijah sedang menyiapkan perdagangan yang akan dibawa dengan kafilah ke Syam. Abu Talib lalu menghubungi Khadijah untuk mengupah Muhammad untuk menjalankan perdagangannya. Khadijah setuju dengan upah empat ekor unta. Setelah mendapat nasehat paman-pamannya Muhammad pergi dengan Maisara, budak Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir kafilah itupun berangkat menuju Syam, dengan melalui Wadi’l-Qura, Madyan dan Diar Thamud serta daerah-daerah yang dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya Abu Talib.
Dengan kejujuran dan kemampuannya ternyata Muhammad mampu benar memperdagangkan barang-barang Khadijah, dengan cara perdagangan yang lebih banyak menguntungkan daripada yang dilakukan orang lain sebelumnya. Demikian juga dengan karakter yang manis dan perasaannya yang luhur ia dapat menarik kecintaan dan penghormatan Maisara kepadanya. Setelah tiba waktunya mereka akan kembali, mereka membeli segala barang dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah. Setelah kembali di Mekah, Muhammad bercerita dengan bahasa yang begitu fasih tentang perjalanannya serta laba yang diperolehnya, demikian juga mengenai barang-barang Syam yang dibawanya. Khadijah gembira dan tertarik sekali mendengarkan. sesudah itu, Maisara bercerita juga tentang Muhammad, betapa halusnya wataknya, betapa tingginya budi-pekertinya. Hal ini menambah pengetahuan Khadijah di samping yang sudah diketahuinya sebagai pemuda Mekah yang besar jasanya. Maka Khadijahpun merasa kagum, dan ingin menikah dengannya.
Tak lama Kemudian perkawinan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman Khadijah, Umar bin Asad, sebab Khuwailid ayahnya sudah meninggal sebelum Perang Fijar. Di sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad.  uhammad meikah dengan Khadijah Binti Khuwalid dengan duapuluh ekor unta muda sebagai mas kawinnya. Siapakah Bunda Khadijah ?

Khadijah Binti Khuwailid
Beliau adalah seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat kira-kira 15 tahun sebelum tahun fill (tahun gajah). Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur.
Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi yang membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun.Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Makhzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai. Setelah itu banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan beliau tetapi beliau memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang mana beliau menjadi seorang yang kaya raya. Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi’tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah.
Pernikahan Muhammad dan khadijah beroleh beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan. Namun  kedua anak laki-lakinya, al-Qasim dan Abdullah at-Tahir at-Tayyib telah menimbulkan rasa duka yang dalam sekali. Anak-anak yang masih hidup semua perempuan. Alangkah besarnya pengaruh yang terjalin dalam hidup kasih-sayang antara dia dengan Khadijah sebagai isteri yang sungguh setia itu. Pergaulan Muhammad dengan penduduk Mekah tidak terputus, juga partisipasinya dalam kehidupan masyarakat hari-hari. 
Muhammad menemukan dalam diri Khadijah teladan wanita terbaik; wanita yang subur dan penuh kasih, menyerahkan seluruh dirinya kepadanya, dan telah melahirkan anak-anak laki-laki: al-Qasim dan Abdullah yang dijuluki at-Tahir dan at-Tayyib, serta puteri-puteri: Zainab, Ruqayya, Umm Kulthum dan Fatimah. Tentang al-Qasim dan Abdullah tidak banyak yang diketahui, kecuali disebutkan bahwa mereka mati kecil pada zaman Jahiliah dan tak ada meninggalkan sesuatu yang patut dicatat. Tetapi yang pasti kematian itu meninggalkan bekas yang dalam pada orangtua mereka. Demikian juga pada diri Khadijah terasa sangat memedihkan hatinya. 

Senin, 31 Januari 2011

VALENTINE'S DAY

Allah SWT Berfirman : 
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al-Isra’/17: 36).

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut”.

Bulan Februari adalah bulannya si VIRUS MERAH JAMBU….Kita sering mendengar ataupun menyaksikan tayangan di televisi pada bulan Pebruari dipenuhi dengan nuansa warna merah muda/pink. Katanya sih dalam rangka `valentine day’ atau hari kasih sayang. Biasanya valentine day ini dirayakan pada setiap tanggal 14 Pebruari. Aku pernah bertanya pada orang tuaku, apa itu valentine day? Mama hanya tersenyum, begitu juga papa. Kemudian kami mencari informasinya di internet.

Terdapat banyak versi tentang asal perayaan Valentine Day. Rizki Ridyasmara, misalnya, dalam bukunya “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen. So What?” menguraikan tentang beberapa versi tentang asal usul Valentine Day. Dari uraiannya, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa sejarah Valentine Day bisa ditinjau dari dua versi, yaitu dari tradisi kepercayaan Romawi Kuno dan tradisi yang berkembang di tengah-tengah umat Kristiani. Kedua versi itupun saling berkaitan.
Umat Islam memang tidak dilarang untuk mengikuti budaya orang lain, dengan syarat yang diikuti tersebut tidak bertentangan dengan aturan Islam. Sementara perayaan hari valentine yang merupakan budaya non-muslim justru dijadikan momentum untuk menyampaikan rasa cinta dan kasih sayang kepada pasangan lawan jenisnya, atau lebih dikenal dengan istilah “pacaran”. Biasanya, para remaja akan memberikan hadiah kepada kekasihnya dengan mengucapkan “Be My Valentine”, Jadilah valentinku.  Hadiah itu bisa berbentuk bunga mawar, cokelat, atau benda lain yang disukai pasangannya yang biasanya dihiasi warna pink atau ungu. 

 
Pajangan Coklat menyambut hari Valentine di sebuah Toko

Masih penasaran dengan sejarah/asal mula Valentine ??

Pada masa Romawi Kuno, dikenal tradisi paganisme (dewa-dewi) dan tradisi penyembahan berhala.  Salah satu tradisi sekaligus kepercayaan yang berkembang ketika itu adalah adanya pandangan bahwa pertengahan Februari dipandang sebagai periode cinta dan kesuburan. Bahkan dalam sejarah kalender Athena Kuno, antara Januari dan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.   
Suasana Pesta Valentine Remaja
Sementara di Roma Kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, berasal dari nama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Para pendeta pun di masa itu melakukan ritual setiap tanggal 15 Februari berupa penyembahan kepada dewa Lupercalia dengan mengorbankan kambing. Dua hari sebelumnya, tanggal 13 dan 14 Februari dilakukan persembahan kepada dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. Di hari itu, para pemuda mengundi nama para gadis di sebuah kotak lalu mengacak dan mencabut namanya. Gadis yang terpilih akan menjadi kekasihnya selama setahun untuk dijadikan objek hiburan. Para pemuda itu juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Tuhan ibu itu adalah dewi cinta. Akibatnya, perempuan menjadi pelampiasan nafsu kaum lelaki. Pada tanggal 15, dilakukan upacara ke kuil meminta perlindungan kepada dewa Lupercus dan para pemuda membawa potongan kambing yang ia mereka persembahkan lalu melecut gadis-gadis. Para gadis itu pun berebut untuk dilecut karena percaya akan menambah kecantikan dan kesuburan mereka.

Pada masa selanjutnya, berkembanglah agama Kristen Katolik dan memasuki wilayah Roma. Untuk menarik simpati dari penduduk Roma, mereka mengadopsi beberapa tradisi dan upacara paganisme dan mempolesnya dengan nuansa Kristiani dengan harapan mereka berpikir bahwa ada kesamaan antara keyakinan Roma Kuno dengan keyakinan Kristen sebagai ajaran baru. Mereka pun mengganti nama-nama dewa dengan nama-nama Paus dan Pastor. Salah seorang pendukung yang terkenal adalah Kaisar Konstantine dan Paus Greogory I. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah menjadikan upacara Romawi Kuno pertengahan Februari tersebut menjadi Hari Perayaan Gereja pada tahun 496 M dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan diyakini wafat tanggal 14 Februari. Bahkan, keinginan untuk mengubah tradisi Romawi ini, para pendeta juga memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dengan kalimat “dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.” Akan tetapi ada pula pendapat lain bahwa Kristen melakukan hal tersebut bukan ingin menarik simpati penduduk Roma, akan tetapi menandingi tradisi penduduk Roma. Yang jelasnya, ada keterkaitan yang erat antara tradisi dan kepercayaan Romawi Kuno dan kebijakan pihak Gereja dalam mempopulerkan Valentine Day.
Bagaimana teman-teman, apa pendapat kalian ? Jadi kesimpulannya, Valentine adalah hari kasih sayang yang berasal dari budaya non-muslim. Bagaimana dengan kita sebagai muslim? Kasih sayang antara sesama muslim tidak hanya dirayakan pada satu hari saja. Setiap hari kita harus saling menyayangi antara sesama muslim. Bukankah semua muslim itu bersaudara? Kasih sayang dan rasa cinta diberikan kepada orang lain harus karena Allah, niscaya wujud cinta tersebut akan mempererat silaturrahim dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Rabu, 26 Januari 2011

12 PULAU TERLUAR INDONESIA


Hai teman-teman semua.... Kali ini aku mau cerita tentang pulau-pulau yang berada di daerah terluar batas negara tercinta kita Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara kepulauan. Ada beribu pulau besar dan kecil dialamnya. ( http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/774)

Sebagai anak bangsa yang baik, kita harus mengetahui batas-batas pulau terluar negara kita, Indonesia.  Pemerintahpun selalu menjaga pulau-pulau terluar Indonesia , Nih Buktinya ....
Ada 12 pulau terluar Indonesia  yang harus kita ketahui yaitu :

1. Pulau Rondo

Pulau Rondo terletak di ujung barat laut Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Disini terdapat Titik dasar TD 177. Pulau ini adalah pulau terluar di sebelah barat wilayah Indonesia yang berbatasan dengan perairan India.

2. Pulau Berhala
Pulau Berhala terletak di perairan timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di tempat ini terdapat Titik Dasar TD 184. Pulau ini menjadi sangat penting karena menjadi pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, salah satu selat yang sangat ramai karena merupakan jalur pelayaran internasional.

Pulau Nipa
3. Pulau Nipa
Pulau Nipa adalah salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara Administratif pulau ini masuk kedalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Nipa ini tiba tiba menjadi terkenal karena beredarnya isu mengenai hilangnya/ tenggelamnya pulau ini atau hilangnya titik dasar yang ada di pulau tersebut. Hal ini memicu anggapan bahwa luas wilayah Indonesia semakin sempit.
Pada kenyataanya, Pulau Nipa memang mengalami abrasi serius akibat penambangan pasir laut di sekitarnya. Pasir pasir ini kemudian dijual untuk reklamasi pantai Singapura. Kondisi pulau yang berada di Selat Philip serta berbatasan langsung dengan Singapura disebelah utaranya ini sangat rawan dan memprihatinkan.
Pada saat air pasang maka wilayah Pulau Nipa hanya tediri dari Suar Nipa, beberapa pohon bakau dan tanggul yang menahan terjadinya abrasi. Pulau Nipa merupakan batas laut antara Indonesia dan Singapura sejak 1973, dimana terdapat Titik Referensi (TR 190) yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dan Singapura. Hilangnya titik referensi ini dikhawatirkan akan menggeser batas wilayah NKRI. Pemerintah melalui DISHIDROS TNI baru-baru ini telah mennam 1000 pohon bakau, melakukan reklamasi dan telah melakukan pemetaan ulang di pulau ini, termasuk pemindahan Suar Nipa (yang dulunya tergenang air) ke tempat yang lebih tinggi.
Pulau Sekatung
4. Pulau Sekatung
Pulau ini merupakan pulau terluar Propinsi Kepulauan Riau di sebelah utara dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 030 yang menjadi Titik Dasar dalam pengukuran dan penetapan batas Indonesia dengan Vietnam.
5. Pulau Marore
Pulau Marore
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 055.
6. Pulau Miangas
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 056.
7. Pulau Fani
Pulau ini terletak Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 066.

8. Pulau Fanildo
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik asar TD 072.
9. Pulau Bras
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara Kepualuan Palau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072A.
10. Pulau Batek
Pulau Sebatek
Pulau ini terletak di Selat Ombai, Di pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi Timor Leste. Dari Data yang penulis pegang, di pulau ini belum ada Titik Dasar
11. Pulau Marampit
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 057.
Pulau Dana
12. Pulau Dana
Pulau ini terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore Australia. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 121

Itulah 12 pulau terluar yang harus kita ketahui bersama-sama, supaya kita bisa menjaga batas-batas negara tercinta kita Indonesia.

Jumat, 21 Januari 2011

KUNJUNGAN KE STASIUN BUMI INDOSAT JATILUHUR





Pada hari Rabu tanggal 19 Januari 2011 yang lalu, kelas IV SD Islam Al-Ghozali mengadakan kunjungan ke stasiun bumi indosat Jatiluhur. Kami berangkat dari sekolah pada jam pelajaran ke-2 dengan mengunakan angkot. Bersama kami ikut pula 3 orang Guru, yaitu Ibu Nita Fitriyani, Bapak Kustono dan  Bapak Asep Rizki.

Saat tiba di lokasi, kami semua berbaris rapi dan disambut oleh salah seorang petugas dari Indosat. Namanya adalah Bapak Soleh. Saat berbaris kami diberitahu tentang peratura/tata tertib selama kami berada di lokasi.
Diantaranya adalah, kami tidak boleh saling bercanda dan sembarangan menyentuh apa saja yang ada di lokasi.
Acara perkenalan dan berbaris sudah, maka kami dipersilahkan menuju ruangan seperti semacam aula. Didalam ruangan, kami lalu diputarkan film tentang satelit. Apa saja yang berkaitan dengan satelit. Seperti apa itu satelit dan cara kerjanya. Suasananya sangat menyenangkan, karena kami menonton sambil makan snack yang diberikan di pintu masuk.
Lalu kami pindah ke ruangan yang banyak monitornya. Disana, kami sangat kagum dengan banyaknya monitor dan peralatan penunjang kerja pemantau satelit. Seperti yang pernah kulihat di TV. Lalu kami diterangkan oleh pak Soleh sekilas tentang fungsi-fungsi peralatan yang ada disana, termasuk fungsi banyaknya monitor yang ada disana.
Kami kemudian keluar ruangan menuju tempat antena pemancar. Disini kami lebih kagum lagi dengan antena pemancar yang sangat besar. Aku sempat takut juga begitu disuruh naik ke antena. Hiiyy... serem, takut jatuh. Rupanya, inilah alat penangkap informasi yang dikirim dari satelit yang ada di luar bumi sana. Subhanallah... Maha Besar Allah yang telah menciptakan bumi dan alam raya ini...

Sampai dirumah, aku jadi penasaran dengan INDOSAT. Apa sih sebenarnya INDOSAT itu?
KLIK AJA NIH ......

Ps : Terima kasih banyak aku ucapkan kepada Ibu Nita Fitriyani yang sudah mengizinkan foto-fotonya aku masukkan ke Blog-ku ini, karena pada hari itu kami memang tidak diizinkan membawa handphone dan kamera.

Rabu, 19 Januari 2011

PT. INDOSAT Tbk


Ini adalah informasi tentang INDOSAT yang aku dapatkan dari  http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat
PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero) adalah sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang lengkap dan terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Matrix, Mentari dan IM3). Saat ini, komposisi kepemilikan saham Indosat adalah: Qatar Telecom (65%), Publik (20,1%), serta Pemerintah Republik Indonesia (14,9%). Indosat juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Saham New York.

Sejarah

Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi penyelenggara layanan broadcasting.
PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indonesia,[2] dan Amerika Serikat New York Stock Exchange.
Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia
Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Di tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).

layanan
Berdasarkan data tahun 2009, Indosat menguasai 22,7% pasar operator telepon seluler GSM (yakni melalui Matrix, Mentari dan IM3). Indosat juga memberikan layanan BlackBerry Pascabayar/Prabayar serta layanan Broadband 3.5G untuk akses internet mobile berkecepatan tinggi.

Jasa Selular dan Broadband 3.5G

  • IM3, Layanan selular pra-bayar yang terjangkau, dengan fleksibiltas isi ulang
  • Mentari, Layanan selular pra-bayar yang terjangkau untuk pengguna reguler
  • Matrix, Layanan selular pasca bayar
  • Matrix Auto, layanan selular pasca bayar yang dapat diisi ulang, kombinasi dari manfaat layanan pasca bayar dan pra-bayar
  • Indosat BlackBerry, Layanan selular pasca bayar/pra-bayar dan push-email global
  • Indosat 3.5G, Layanan akses internet mobile berkecepatan tinggi
  • i-Games, i-Ring, i-Go, i-Menu , Layanan nilai tambah untuk pengguna layanan selular dengan berbagai pilihan fitur
ndosat yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi (seluler, SLI, dll), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana prabayar GSM/ CDMA/ kartu prabayar internet/ voucher isi ulang, dan/ atau pembayaran tagihan, dll langsung di tempat. Indosat menyediakan kantor pelayanan Indosat yaitu Galeri Indosat yang sudah banyak tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Galeri Indosat tersebar di berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali Nusra, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulampapua.

Selasa, 18 Januari 2011

A K U O R A N G S U N D A

Aku dilahirkan di Purwakarta, di Tatar Parahiyangan. Ayahku orang sunda, ibuku juga orang sunda. Makanya secara otomatis aku jadi orang sunda. Gitu loh...apalagi aku juga tinggal di Purwakarta.
Maaf loh, aku menulis judul ini bukan berarti suku bangsa lain di tanah air Indonesia ini tidak bagus, atau lebih jelek dari sunda. Aku cuma pengen nulis aja tentang orang sunda.
Sebetulnya, aku sendiri juga tidak terlalu bisa berbahasa sunda. Apalagi berbahasa sunda yang baik dan benar. Malah, kadang-kadang ketika pelajaran bahasa sunda, ada saja bahasa sunda yang kurang aku mengerti (maaf ya ibu Ida....)
Aku kaget juga waktu mama bilang kalau wikipedia itu ada terjemahan sunda-nya loh. Nih, Klik disini....
Ibu Ida (guru bahasa sunda) dan aku

membaca kalimatnya, seperti membaca uraian orang sunda asli. Jadi malu, mengaku orang sunda tapi berbahasa sunda aja tidak bisa secara baik dan benar. Aku jadi terpacu untuk belajar bahasa sunda.

Apa itu Wikipedia? Wikipedia adalah sebuah ensiklopedia yang ditulis secara kolaboratif oleh para pembacanya. Wikipedia menggunakan situs web khusus yang disebut wiki, yang memudahkan kolaborasi. Banyak orang yang secara terus-menerus membenahi Wikipedia, mengubah isi artikel Wikipedia, semuanya dicatat dalam catatan sejarah dan perubahan terbaru. Segala perubahan yang tidak tepat dan bahkan tidak sesuai etika umumnya akan cepat dihilangkan (http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pengantar)


Kata orang tuaku, kita harus bangga dengan apapun suku bangsa kita, apakah itu jawa, madura, batak, padang, ambon, bugis, ....apalagi ya? maaf kalau ada yang tidak kusebutkan. Itulah kekayaan tanah air kita Indonesia. Walaupun kita berbeda suku, kita adalah satu tanah air, INDONESIA.

A K U    C I N T A   I N D O N E S I A

Minggu, 16 Januari 2011

GADIS TUNA RUNGU YANG MENEMUKAN KEBENARAN ISLAM


Teman-teman, Islam itu adalah agama Allah SWT. Bersama Islam, kita bisa membuat dunia yang damai. Banyak manusia yang belum mengetahui keindahan Islam, karena mereka tidak tahu apa itu Islam. Namun demikian Allah SWT menunjukkan kepada mereka yang belum mengenal Islam dengan cara-Nya.

Namanya SHARON, Ia terlahir sebagai tuna rungu. Ayahnya berdinas sebagai tentara pada Angkatan Bersenjata Australia. Mereka keluarga yang hangat dan demokratis. Juga mementingkan pendidikan(http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/Mualaf)

Meski memiliki keterbatasan pada pendengarannya, ia bersekolah dengan lancar di sekolah khusus. Ia juga bergaul dengan teman-teman seusianya. Dalam perjalanan menuju sekolah itulah, hatinya tercerahkan. Ia berkisah tentang wal mula berkenalan dengan Islam.
INI ADALAH BERITANYA :

Bagi kita yang sudah menjadi muslim, kita harus senantiasa menjaga hidayah yang sudah diberikan Allah SWT kepada kita. Caranya ? dengan membaca Al-Qur'an dan mempelajari serta mengamalkan isinya sesuai dengan kemampuan kita.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar menunjukkan kepada yang paling lurus.” (QS. Al-Israa’ [17]: 9)

Sabtu, 08 Januari 2011

GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI BINTANG DI LANGIT

P

Kita sering mendengar ataupun diberikan pertanyaan, “Cita-cita kamu apa?”. Apa itu cita-cita ? Kita sering mendengar dari orang dewasa bahwa cita-cita itu adalah jika besar nanti kamu ingin menjadi apa? Kalau kita sedang berkunjung atau bertemu dengan sanak famili dan bertanya tentang sekolah, ujung-ujungnya pasti menanyakan “cita-cita kamu apa?”
Cita-cita itu bisa juga dari keinginan kita karena  senang melakukan sesuatu (hobi). Misalnya, jika sejak kecil kita senang menggambar, kita bisa memilih cita-cita yang ada aktifitas menggambarnya, seperti pelukis, arsitek, pengusaha kerajinan (yang kerajinannya menggunakan gambar/lukisan), pembuat komik (animator). Jika kita senang mengamati sesuatu dan senang membaca ataupun menulis, kita bisa menjadi penulis, ilmuwan, wartawan, dan lain-lain. Cita-cita juga bisa timbul karena kita kagum atas profesi seseorang. Misalnya, karena sewaktu kita sakit keras dokter yang mengobati, maka kitapun kagum lalu ingin menjadi dokter. Atau ketika dijalan kita tidak bisa menyebrang, lalu dibantu oleh bapak polisi, maka kita ingin menjadi polisi. Dan lain sebagainya. Banyak profesi/pekerjaan yang ada dilingkungan kita, diantaranya :

1. Dokter. 
 Ini adalah profesi yang paling diinginkan orang tua kita. Karena menjadi dokter itu adalah tugas yang sangat mulia.  Dengan keahliannya (atas izin Allah SWT), bisa menyembuhkan orang sakit, sehingga para orang tua berharap kalau anaknya menjadi dokter dapat merawat mereka dengan baik jika mereka sudah tua nanti. Katanya sih, kalau jadi dokter, kita bisa mudah mencari uang dan juga dapat berhemat jika ada keluarga yang sakit tidak perlu berobat ke tempat lain.
Dokter adalah pekerjaan yang mulia. Dokter sangat dibutuhkan di mana saja. Karena disetiap tempat, pasti ada orang yang sakit. Kalau kita mau menjadi dokter kita harus belajar dengan baik, sabar  dan disiplin. Karena ilmu pengobatan itu sangat banyak untuk dipelajari. Kalau kita memang senang dan bercita-cita menjadi dokter, insya-Allah sesulit apapun pelajaran yang kita terima, kita akan berusaha untuk belajar.

2. Guru
Guru adalah Profesi yang sangat Mulia. Pepatah mengatakan Guru adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Mengapa begitu ? karena dari pengajaran para Guru lahir tenaga-tenaga ahli maupun profesi. Bahkan seorang presidenpun dulunya diajar oleh guru.
Aku sendiri bercita-cita menjadi seorang guru. Karena aku sangat kagum dengan bapak dan ibu guru disekolahku yang dengan sabar dan penuh kasih sayang mengajari anak-anak. Padahal seringkali kami anak-anak nakal dan membuat keributan dikelas. Buatku sorang Guru itu adalah pembimbing dan pembuka jendela ilmu dari buku.

2. Pilot

Menjadi pilot sepertnya mengasyikkan, bisa terbang dan melancong ke mana-mana. Kita bisa berada diantara awan seperti terbang. Bepergian dan mengenal banyak tempat di berbagai Negara di seluruh dunia. Tetapi seorang pilot mempunyai tugas yang berat, karena harus bertanggung jawab atas penerbangan dan keselamatan para penumpang kapal.

3. Astronot

 
Kita sering mendengar istilah penjelajahan langit ataupun peluncuran roket. Biasanya diiringi oleh manusia didalamnya, itulah astronot. Astronot adalah angkasawan yang dikirimkan ke luar angkasa untuk suatu tugas tertentu. Kita bisa membayangkan jika kita berada diantara bintang-bintang dilangit sana. Waaaaah..indahnya.
 4. Pengacara
Ini adalah profesi dibidang hukum. Tugas pengacara adalah membela yang benar di atas lapangan keadilan. Berjuang mengumpulkan bukti dan membela klien tak bersalah, dan menegakkan keadilan bagi yang “benar”.

5. Presiden
Jangan tertawa dulu, tapi banyak juga loh anak-anak yang ingin jadi  presiden. 

Mereka merasa kagum melihat sosok Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memimpin negeri ini. Sosok yang sangat gagah dan bijaksana memimpin Negara Indonesia tercinta. Syarat mutlak yang harus dimiliki seorang anak jika ingin jadi presiden adalah harus memiliki jiwa kepemimpinan sejak sekarang. Jika kita sudah belajar menjadi pemimpin yang “ baik, berani, bijaksana” sejak kecil, siapa tahu kita suatu saat memiliki kesempatan untuk menjadi presiden.Ya khan ??

6. Artis
Ini adalah profesi yang banyak diinginkan anak-anak zaman sekarang, terutama anak perempuan. Tampil di TV, majalah ataupun Koran. Dan sekarang banayak juga di INTERNET. Menjadi artis juga perlu keahlian khusus. Misalnya, pemain sinetron /film, maka harus bisa berakting dengan  baik. Menjadi penyanyi, harus berlatih dengan baik. Jika ingin menjadi artis harus memiliki mental yang baik. Tidak sombong, tidak hura-hura, tidak meremehkan orang lain.

7. Atlet

Kita sering melihat teman-teman kita menyukai olah raga tertentu. Kalau mereka sangat suka, mereka bisa menjadi ahli dan bahkan menjadi atlet. Kalau sudah menjadi atlet, maka latihan rutin adalah tugas utama kita. Karena dengan berlatih rutin, maka keahlian kita dalam bidang olah raga yang kita jalani akan menjadi baik/mahir. Dan kalau kita sudah mahir, kita bisa mengharumkan nama bangsa dengan keahlian kita melaltui prestasi.


9. Polisi
Profesi yang satu ini biasanya disukai oleh anak laki-laki. Tugasnya adalah menangkap penjahat, membekuk dan menjebloskan penjahat ke dalam penjara ?. Dengan adanya polisi, lingkungan kita akan aman. Polisi juga pelindung buat anak-anak, terutama saat berada di jalan raya. Polisi membantu menyebrangkan jalan dan mengawasi anak-anak supaya aman dari intaian penculikan anak yang saat ini sering terjadi.

10. Pelaut
Pernah menonton film kartun Popeye si pelaut ? itu hanya gambaran kartun kehidupan pelaut. Negara kita ini dikelilingi oleh lautan. Bahkan antara wilayahnya terpisah satu sama lain oleh lautan. Menjadi pelaut merupakan salah satu pilihan yang tepat. Kita bisa melayari laut Indonesia yang luas dan bahkan ke luar negeri. 


11. Ahli Komputer
Kalau ini, sedang menjadi favorit saat ini. Ahli computer bisa bermacam-macam, ada ahli hardware (alat/perangkat keras) maupun software (perangkat lunak/program). Diantara profesi yang berkatitan dengan ahli computer diantaranya, teknik kompuer, programmer, animator (computer), dan lain-lain.
12. Pengusaha/Wiraswasta
Yaitu orang yang nenjalankan suatu bidang usahanya sendiri. Pengusaha itu jika skala usahanya sudah besar dan memilki banyak karyawan. Sedangkan wiraswasta, skalanya kecil saja. Keduanya sama-sama mengendalikan bidang usahanya sendiri atau tidak bekerja pada pihak lain. Jadi istilahnya, kita jadi Bos, gitu loh. Bidang usahanya macam-macam. Salah satu contoh wiraswasta adalah: percetakan/sablon, toko-toko kelontongan , dll
13. Ahli Masak
Kalau kita diajak ke sebuah toko kue ataupun restoran, kita sering penasaran dengan makanan yang dibuat begitu lezat. Kalau kita penasaran, kita bisa belajar pada ahliya yaitu koki. Kalau kita senang dengan kue, kita juga bisa belajar menjadi ahli bikin kue dan membuka toko kue.

 14. Ilmuwan
Kita pernah mendengar ada penemuan tentang sesuatu, misalnya penemuan bakteri, atau penemuan vitamin pada pohon. Nah, itu semua adalah kerja keras seorang ilmuwan, yaitu orang-orang yang mendalami suatu bidang tertentu secara lebih dalam, sehingga menjadi ahli dibidangnya. 
  

15. Pegawai Bank
Kita pasti pernah ikut orang tua kita ataupun orang lain ke bank, yaitu tempat penyimpanan uang. Kita akan terkagum-kagum dengan para pegawai bank yang dengan sigap dan teliti menghitung uang. Bahkan kadang-kadang jumlahnya buuaanyyaaaak sekali. Dalam berbagai pecahan lagi. Semua itu perlu pelatihan khusus.
 
Masih banyak lagi profesi disekitar kita yang tidak bisa aku tuliskan satu per satu. Misalnya, montir, supir, pedagang, petugas kebersihan, pemadam kebakaran dan maaasih banyak lagi. Ayo sama-sama kita cari tahu yaaa...

Kamis, 06 Januari 2011

GADIS UMUR 10 TAHUN PENEMU SUPERNOVA TERMUDA


Ledakan Supernova dalam simulasi 3 Dimensi
Rabu sore, ketika aku sedang asyik “chat” dengan teman di Facebook, tiba-tiba mama memanggilku dari ruang TV. Rupanya mama sedang menonton berita di Liputan 6. “Ada apa ma?”, tanyaku penasaran. “Coba lihat deh, ada anak gadis berumur 10 tahun yang menjadi penemu bintang Supernova”, kata mama. “Apa sih supernova itu ?”, tanyaku penasaran. “Udah, Googling aja …”, jawab beliau.

Esoknya akupun mulai mencari tahu, apa itu supernova. Salah satunya kudapat dari
http://fisika-smp.blogspot.com/2011/01/penemu-supernovaanak-anak-10-th.html   :
 
Seorang gadis asal Kanada berumur 10 tahun menjadi penemu termuda sebuah supernova atau bintang yang meledak, demikian menurut Asosiasi Astronomi Royal Kanada (RASC).Gadis bermata tajam bernama Kathryn Aurora Gray dari Fredericton di provinsi timur New Brunswick itu menemukan sesuatu yang langka pada Minggu lalu sewaktu dia menyisir puluhan hasil pencitraan konstelasi bintang secara teleskopik di galaksi yang sangat jauh.

"RASC dengan senang mengumumkan penemuan sebuah supernova oleh seorang ahli astronomi amatir berumur 10 tahun sehingga menjadi yang termuda yang dapat menemukan supernova," kata asosiasi itu dalam pernyataannya.

Sewaktu mengamati supernova 2010lt di rasi bintang Camelopardalis di galaksi yang berjarak 240 tahun cahaya dari bumi, Gray segera memberitahu ayahnya yang merupakan ahli astronomi amatir yang bernama Paul.


Penemuan itu kemudian dibuktikan oleh dua ahli astronomi Amerika Serikat sebelum dilaporkan kepada Badan Pusat Gabungan Astronomi Internasional bagi Telegram Astronomi.
Supernova merupakan bintang raksasa yang kehabisan bahan bakar dan hancur akibat beban dari gravitasinya sendiri dan menjadi objek yang sangat padat yang dikenal sebagai bintang neutron.

Kemudian mereka mengeluarkan gelombang kejut yang meledakkan bintang tersebut dan menghasilkan lingkaran radiasi yang bergetar. 

Kejadian luar biasa itu merupakan fenomena yang sangat menakjubkan bagi para ahli perbintangan dan dapat diketahui ketika ledakan bertenaga besar menciptakan cahaya yang dramatis yang pada akhirnya memudar.

Sebetulnya, banyak bahasa ataupun istilah yang tidak kumengerti dari uraian diatas.
Tapi pada dasarnya yang bikin aku tertarik adalah, GADIS 10 TAHUN MENJADI PENEMU BINTANG, Kok Bisaaaa?? Hebat sekali gadis itu. Aku jadi ingin kenalan , he….
Umurku juga 1 bulan lagi 10 tahun, tapi…he..he.. aku malu. Jangankan jadi penemu, belajar aja masih harus sering diingatkan mama. Kalo dia teman FBku udah aku kasih jempol 100x. Aku jadi lebih semangat untuk belajar. Ternyata belajar itu bisa mengasyikkan jika kita senang. Seperti Kathryn tadi, karena dia suka mengamati bintang, secara tidak langsung dia juga belajar. Kalau masih penasaraaaaan, cari tahu lagi yaaa...