Kamis, 22 Desember 2011

SELAMAT HARI IBU 2011


Assalamu’alaikum temans….  Hari ini adalah hari yang istimewa.  Yups ! betul sekali, hari ini diperingati sebagai hari ibu.  Ibu adalah sosok orang yang sangat menyayangi dan kita sayangi. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan.
Dalam agama Islam, kita diwajibkan untuk selalu menghormati orang tua kita, terutama Ibu.  Rasulullah sendiri memberikan tempat istimewa bagi seorang ibu, dimana Beliau mengutamakan untuk terlebih dahulu menghormati ibu baru kemudian ayah. Pada hari Ibu, biasanya keluarga membebastugaskankan ibu dari tugas sehari-hari yang dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

SEJARAH HARI IBU DI INDONESIA

Sejarah hari Ibu di Indonesia diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Jayadipuran. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.  Hasil dari Kongres tersebut adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal denga Kowani.  Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejaktahun 1912 diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan lain-lain
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.  Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.  Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

SAYANGILAH IBU KITA 

PIALA RANGKING 1, Hadiah dari FARIS adikku

Teman-teman, menjadi seorang ibu adalah tugas yang mulia.  Kebanyakan, sosok ibu yang kita kenal adalah ibu yang selalu menjaga kita di rumah, yaitu ibu rumah tangga.   Namun demikian, dijaman sekarang, banyak juga kaum ibu yang menekuni bidang profesi sesuai dengan keahliannya.  Ada yang menjadi guru, perawat, sekertaris, karyawan, dan lain-lain.  Mereka tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang ibu dalam mengawasi anak-anak dengan berbagai cara.
Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Ibu untuk anak-anaknya sering dianggap profesi yang kurang berharga bagi kebanyakan orang.  Dimana ibu rumah tangga yang hanya bergelut dengan urusan rumah dan keluarga. Apalagi kalau Ibu Rumah tangga tersebut ternyata seorang yang berpendidikan tinggi, dan dianggap punya potensi untuk berkarir.  Sehingga sering muncul kalimat ataupun komentar: “Sayang ya, sudah sekolah tinggi Cuma jadi ibu rumah tangga”.  Akan tetapi, setiap keluarga mempunyai pendapat dan kesepakatan masing-masing.  Justru karena fungsinya sebagai pendidik bagi anak-anak, maka seorang wanita sangat dianjurkan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.  karena peran ibu dalam keluarga adalah sangat penting. Bahkan, dapat dikatakan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan keluarga sangat ditentukan oleh peran seorang ibu.  Jika ibu adalah seorang wanita yang baik, akan baiklah kondisi keluarga. Sebaliknya, apabila ibu adalah wanita yang bersikap buruk, hancurlah keluarga. 

Ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya, tempat dimana anak mendapat asuhan dan diberi pendidikan pertama bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Seorang Ibu secara sadar atau tak sadar telah memberi pendidikan kepada sang janin, karena menurut penelitian bahwa bayi dalam kandungan sudah bisa mendengar bahkan ikut merasakan suasana hati sang Ibunda, maka tak heran jika ikatan emosional seorang Ibu dan anak tampak lebih dibanding dengan seorang ayah.  Kehadiran seorang ibu yang baik dan mampu mendidik keluarganya merupakan harta yang tak ternilai harganya.  Dan perjuangan seorang ibu mendidik anak dari kandungan sampai dewasa adalah jihad fisabilillah.  Karena hanya dengan didikan ibu yang bertakwa akan mampu melahirkan generasi muslim yang baik.

Alloh SWT berfirman,
“Dan hendaklah takut kepada Alloh SWT orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Alloh SWT dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (an-Nisa:9).

Subhanallah…Sungguh mulia tugas seorang IBU, Terima kasih Ibu.  Hanya Allah SWT yang bisa membalas jasamu. We always love you mom !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar